Perang Dunia

Berdalih Bikin Aman, Amerika Serikat Serang Suriah Dengan Rudal

Serangan gas kimia di kawasan Douma, Suriah pada 7 April lalu sepertinya berbuntut panjang. Menilai bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad ada di balik serangan yang menewaskan puluhan warga sipil itu, Amerika Serikat pun turun tangan. Mengajak serta kekuatan militer dua sekutu terbaiknya yakni Inggris dan Prancis, Presiden AS Donald Trump pun melakukan serangan rudal yang dikaim sempurna. Mengerahkan kapal perang dan pesawat pengebom, AS meluncurkan sejumlah rudal termasuk Tomahawk ke lokasi yang diduga kuat fasilitas kimia milik Suriah, distrik Barzah.

 

Trump dengan percaya diri menilai aksi serangan yang ditujukan untuk menghukum rezim Bashar itu sangat sempurna.Dilansir CNN, AS dan sekutunya percaya bahwa pusat penelitian ilmiah di Barzah itu memiliki simpanan zat kimia yang dengan kehancurannya akan membuat Suriah kembali tertinggal dalam program senjata kimia. Letjen Kenneth McKenzie selaku Direktur Staf Gabungan AS menyebut kalau sudah ada kemungkinan evakuasi sebelum serangan togel online terpercaya yang terjadi pagi buta sekitar pukul empat pagi itu.

 

Otoritas Suriah mengakui serangan rudal itu mengenai depot militr di Homs dan pusat penelitian di Damaskus. Hanya saja Suriah dan sekutunya yakni Rusia menyebut kalau sistem pertahanan udara Suriah berhasil menembak jatuh 71 dari 100 rudal yang diluncurkan AS dan kawan-kawan. Sedikitnya dilaporkan tiga warga sipil di Homs jadi korban luka. Bouthaina Shaaban selaku penasihat politik Presiden Bashar pun memuji pertahanan udara Suriah.

 

Menurut Shaaban keberhasilan itu adalah awal berakhirnya kekuasaan militer AS. “Trump dan rudal-rudalnya tidak cerdas dan akurat. Dia harus berhati-hati. Pusat Sains dan Riset yang memberikan pengetahuan bagi siswa terbaik Suriah telah jadi sasaran. Trump menghancurkan institusi itu yang tak punya kaitan dengan produksi senjata kimi apapun. Ini kebohongan perang soal senjata kimia.”

 

Dikecam Sebagai Teroris, AS Siap Serang Suriah Lagi

 

Tak berdiam diri, AS membantah mentah-mentah pernyataan Suriah-Rusia yang berhasil menghalau ratusan rudal mereka. Sementara itu kecaman atas serangan AS muncul di beberapa negara tetangga Suriah seperti Irak. Ribuan warga Irak berdemo agar AS tak menghancurkan Suriah seperti yang dilakukan negara adikuasa itu pada tahun 2003 silam.

 

Presiden Iran yakni Hassan Rouhani juga menyebut kalau serangan ke Suriah ini adalah bukti jika AS memiliki hubungan langsung dengan teroris. Sama seperti Rouhani, Presiden Rusia yakni Vladimir Putin juga menyebut serangan AS dan sekutunya itu hanya akan memperparah situasi kemanusiaan di Suriah. Putin pun mendesak agar DK PBB segera menggelar rapat darurat khusus. Putin menjelaskan bahwa pakar militer Rusia sudah memeriksa Douma dan tidak menemukan bekas serangan kimia yang dituduhkan Trump sehingga serangan rudal itu bermodus kepalsuan yang bisa merusak sistem hubungan internasional.

 

Tak peduli dengan berbagai kecaman yang ada, AS bahkan mengancam bakal menyerang Suriah lagi jika rezim Bashar melakukan serangan senjata kimia. Sementara itu KTT Liga Arab mendesak agar ada penyelidikan internasional mengenai dugaan senjata kimia Suriah. Sekedar informasi, tiga tahun terakhir di Suriah memang berkecamuk perang saudara di mana banyak pemberontak yang ingin melengserkan Presiden Bashar. Rezim Bashar mendapat banyak bantuan militer dari Rusia dan Iran.

 

Ada Ribuan WNI Tinggal di Suriah

 

Atas konflik di Suriah, pemerintah Indonesia lebih memilih fokus untuk menyelamatkan ribuan WNI di sana. Menlu Retno Marsudi mengakui langsung berkomunikasi dengan Dubes Indonesia di Timur Tengah untuk memantau kondisi Suriah.

More