Kemacetan

Sitem Ganjil-Genap Bukan Solusi Kemacetan?

Sandiaga Uno, Wakil Gubernur Jakarta, menyetujui usulan dari BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) untuk menggeser waktu penerapan ganjil-genap yang akan diterapkan di Jl Sudirman-MH Thamrin, Jakarta.

Ganjil Genap di Thamrin Mulai Senin Depan

Sandi sendiri mengatakan uji coba perpanjangan waktu sistem ganjil-genap bakal dilakukan pada hari Senin (23/4) minggu depan. “Malam saya bertanya pada Pak Sigit (Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI), beliau bilang siap. Oke sosialisasi, Seninnya kami uji coba,” ucap Sandi yang ditemui di kawasan Kuningan, hari Kamis (19/4).

BPTJ sendiri mengusulkan pada Pemprov DKI Jakarta agar memajukan waktu penerapan sistem ganjil-genap ini di ruas jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakpus, dari jam 07.00-10.00 WIB menjadi dari jam 06.00-09.00 WIB.

Sandi juga mengatakan bahwa ia setuju dengan perpanjangan waktu sistem ganjil-genap yang telah dilakukan perundingan dengan Dinas Perhubungan. Ia juga menyebut bahwa perpanjangan waktu itu memiliki tujuan untuk menurunkan angka kemacetan yang ada di Jakarta.

Di sisi lainnya, Sigit Wajiatmoko, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, menyatakan selama masa uji coba nanti belum ada tindakan hukum seperti misalnya tilang pada para pengendara yang melanggar. Akan tetapi ia mengingatkan pengecualian itu Cuma dilakukan dari jam 06.00 sampai jam 07.00 WIB.

“Artinya ya durasinya jam 06.00-07.00 belum ada penegakan hukum yang berupa tilang,” ungkap Sigit.

Sigit pun menyampaikan bahwa uji coba bakal dilakukan selama 1 minggu. Setelah uji coba, maka akan dilakukan segera evaluasi pada perpanjangan waktu itu. pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta memajukan sistem ini di jalur Sudirman-Thamrin.

Ditlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra pun mengklaim bahwa selama ini sistem tersebut efektif menekan kemacetan yang ada di ibu kota. “Saya sangat setuju dengan sistem ini karena bakal mengurangi kepadatan dan penggunaan kendaraan. (Ganjil Genap) sudah efektif,” tukas Halim.

Ibarat Memindah Kemacetan?

Sistem ganjil genap bukanlah hal yang baru di Jakarta apalagi di Indonesia. misalnya saja, sistem ganjil genap ini juga pernah diterapkan di sejumlah ruas jalan tol namun sistem tersebut masih perlu mendapatkan evaluasi. Sistem bandar togel singapore yang mana ditujukan untuk mengurangi tingkat kemacetan ini memiliki dampak yang signifikan pada masyarakat.

Sejumlah warga memiliki kendala beraktifitas kerja karena sarana pendukung dan moda alternatifnya belum siap di wilayah yang terdampak ganjil-genap tersebut.

Misalnya saja, di wilayah Tangerang, jumlah adanya armada KRL Commuer Line yang tersedia tidak sebanding dan tidak cukup juga untuk menampung volume pengguna yang semakin bertambah karena penerapan sistem ganjil-genap pada ruas jalan tol Jakarta-Tangerang.

Contoh yang lainnya terjadi di wilayah Cibubur, di mana kereta api ringan atau yang biasa disebut dengan LRT (Light Rail Transit) pun belum tersedia. Sehingga saat akses tol Jagorawi diberlakukan sistem ganjil-genap, maka aktivitas warga menjadi terhambat.

Ofyar Z Tamin, pengamat transportasi dari ITB (Institut Teknologi Bandung) berpendapat bahwa sistem ganjil genap yang diterapkan di ruas tol ini perlu dievaluasi karena merugikan masyarakat dengan tak memberikan alternatif moda transportasi pengganti kebijakan ganjil genap.

Ia menyatakan bahwa ini adalah sedikit pendzaliman karena alternatifnya belum disiapkan. Sebaiknya, ia menilai jangan langsung dijalankan dulu karena belum ada alternatif yang lainnya. Menurutnya, moda transportasi umum yang tersedia sampai dengan saat ini belum memadai dan bisa memenuhi harapan masyarakat Indonesia.

More